Sabtu, 24 Maret 2018

TIDAK ADA YANG MENGANGKAT TANGAN!!!

Ini kisah nyata mengenai anak-anak TK (Taman Kanak-Kanak) di Gaza, Palestina. Cerita ini dituturkan oleh Ka Bambang Bimo Suryono salah seorang pencerita Muslim terbaik yang pernah ke Jalur Gaza.

Suatu hari, Ka Bimo mendatangi TK di Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan dari Indonesia. Sekolah yang didatangi bernama TK Annajmul Qur’an (TK Bintang Qur’an). Sekolah ini memiliki 7 orang guru yang semuanya hafal Al-Qur’an, dengan jumlah muridnya 163 orang anak yang merupakan anak yatim piatu korban perang.

Ketika didatangi dan dibawakan bantuan, tidak ada satupun dari 163 anak tersebut yang menengadahkan tangannya untuk meminta (mengemis). Mungkin tidak ada kata meminta (mengemis) bagi anak-anak Palestina, meski mereka hidup dalam kesulitan dan sangat layak untuk diberi.

Ka Bimo pun mulai bercerita pada anak-anak TK tersebut, dengan memberikan beberapa pertanyaan sebagai pembuka cerita,

“Siapa di antara kalian yang ingin jadi dokter?” Tanya Ka Bimo

Ada tiga anak perempuan yang dengan malu-malu mengangkat tangannya.

Ka Bimo kembali bertanya, “Siapa yang ingin jadi pemain sepak bola?”

Riuh 6-7 anak laki-laki yang mengangkat tangan, sembari berteriak dengan semangat, “Aku, aku, aku.”

Namun, ketika ditanya keinginan menjadi penyanyi juga menjadi presiden tak satu pun dari mereka yang mengangkat tanganya. Ka Bimo sempat berprasangka buruk, bahwa anak Palestina sudah tidak berani bermimpi lagi.

Sampailah pada pertanyaan terakhir yang paling menarik dan memiliki banyak hikmah. Ka Bimo dengan penuh semangat bertanya, “Siapa yang ingin syahid fi sabilillah?”

Tapi tidak ada di antara mereka yang mengangkat tangan, tidak ada!

Anak-anak sholeh dan sholelah calon penjaga Al-Aqsha, tidak sekedar mengangkat tangan, tetapi juga mereka kompak tanpa dikomandoi langsung berdiri sembari mengepalkan tangan kecil mereka dan berseru,

“Aku mau syahid, aku mau syahid, aku mau syahid!”

Disusul seruan lainnya dari anak-anak tersebut, “Aku mau syahid menyusul ayahku di surga, aku mau syahid seperti pamanku, aku mau syahid seperti kakekku!”

Jawaban tersebut yang terlontar dengan lantang dan penuh keyakinan dari lisan para penghafal Al-Qur’an yang masihlah belia. Seketika membuat Ka Bimo mundur dan menangis, karena mendengar dan menyaksikan cita-cita tertinggi mereka yaitu syahid fi sabilillah.

Bukankah itu merupakan impian tertinggi seorang mukmin? Dan itu diteriakkan oleh anak-anak yang masih tak berdosa dengan bara yang menyala di mata mereka tanda keberanian yang luar biasa.

Ketika mereka ditanya, “Siapa yang mau syahid terlebih dahulu?” Jawaban yang jauh lebih dahsyat mereka berikan, yakni semuanya ingin menjadi yang lebih awal sebagai syahid. Bahkan mereka hingga ke kursi agar lebih terlihat oleh sang penanya.

Sungguh, siapa yang tidak terharu dan merinding menyaksikan peristiwa yang mungkin hanya terjadi di bumi Allah Palestina. Dimana anak-anaknya memiliki impian tertinggi sebagai seorang mujahid atau mujahidah fi sabilillah.

Tertarikkah kita memiliki generasi penerus yang bercita-cita menjadi para pejuang di jalan Allah, seperti anak-anak Palestina. Cobalah program edukasi Kasih Palestina “Al-Quds Parenting” yang memuat kisah-kisah inspiratif tentang keteguhan, kesabaran dan tekad kuat anak-anak serta keluarga Palestina. 

sumber : http://kasihpalestina.com/2017/10/14/kisah-inspiratif-anak-anak-palestina/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar